campuran-gomars
solo punya: peternakan kambing etawa
Tampilkan postingan dengan label peternakan kambing etawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peternakan kambing etawa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Januari 2012

PETERNAKAN KAMBING ETAWA

PETERNAKAN KAMBING ETAWABapak ibu mari sejenak kita menjenguk peternakan kambing etawa di kaliurang yogyakarta, peternakan kambing etawa sekarang saat ini sudah mulai banyak dikembangkan bukan hanya sebagai peternakan penghasil daging ataupun susu tetapi juga dirawat layaknya hewan kesayangan. Kambing jenis ini memiliki daya tarik yang menjadikannya berbeda dibandingkan kambing jenis lainnya.

Ada juga di kalangan pegunungan atau pedesaan lainya yang menghimpun peternakan kambing etawa satu desa yang bekerjasama dengan orang-orang kota untuk produksi susu kambing dan diolah menjadi bubuk guna dipasarkan dikalangan masyarakat.

Di kaki gunung merapi tepatnya jl kaliurang daerah istimewa yogyakarta yang mendekati kota magelang juga terdapat peternakan yang berfokus pada pembiakkan peternakan kambing etawa Hal ini memungkinkan untuk mendapatkan kambing etawa dengan kualitas bagus dengan jumlah yang sangat banyak.

Dengan visi menggiatkan perekonomian pedesaan melalui peternakan kambing etawa, selain bertekad untuk membudidayakan dan menjaga kelestarian peternakan kambing etawa juga memiliki harapan terbuka lapangan kerja bagi masyarakat desa sekitar melalui kegiatan ekonomi pedesaan.

Artikel singkat ini semoga bisa menjadi acuan untuk para peternak kambing etawa di seluruh dunia. 






Sabtu, 24 Desember 2011

TEORI PEMBERIAN PAKAN KAMBING ETAWA

Teori pemberian pakan kambing etawa sangat penting diperhatikan bagi peternak-peternak kambing etawa, pemeliharaan kambing etawa sebenarnya sangat mudah asal kita mau mempelajari dan dilakukan secara rutin setiap hari, Telah banyak referensi yang menjelaskan tentang teori pemberian pakan kambing etawa.

Pemberian pakan kambing etawa tidak sesulit yang dibayangkan oleh orang awam. Pada kenyataannya pemberiaan pakan dapat dilakukan hanya 1 (satu) kali dalam sehari. Pemberian pakan harus memiliki jadwal yang teratur. Tujuannya agar kambing memiliki siklus hidup yang teratur. Siklus hidup yang dimaksud adalah waktu untuk makan, istirahat dan pemerahan. Peternak akan memiliki banyak waktu luang untuk aktivitas kerja lainnya dengan pola pakan satu kali dalam sehari. Dengan jadwal yang teratur pemberian pakan sekali dalam sehari sangat dimungkinkan.

Dengan menerapkan pola pakan sekali sehari, pemberian pakan dapat dilakukan sore hari (sekitar jam 2-3 sore). Pemberian pakan diberikan sampai kambing benar-benar merasa kenyang. Parameter “kenyang” pada tiap kambing berbeda-beda bergantung pada ukuran postur, keadaan bunting dll. Secara teori jumlah pakan hijauan yang diberikan adalah 10% dari berat badan. Ada baiknya jumlah ini dilebihkan. Secara fisik dapat diamati dari keadaan perut sampai kambing tersebut berhenti untuk makan. Lama pemberian pakan pun bervariasi bergantung pada jumlah kambing etawa yang dipelihara, layout dan luas kandang dll. Semakin banyak kambing yang dipelihara, pemberian pakan akan semakin lama bahkan sampai malam hari.

Setelah selesai makan (kenyang) kambing akan memamah biak. Pakan dikembalikan ke mulut untuk dikunyah dan ditelan masuk ke bagian lambung kedua (retikulum). Selanjutnya pakan masuk ke bagian lambung ketiga (omasum) dan ke bagian lambung keempat (abomasum). Seiring dengan proses yang panjang ini kambing akan istirahat dari malam sampai siang hari. Kambing mengunyah pakannya lebih sempurna daripada sapi sehingga banyak bagian pakan yang dapat dimanfaatkan.

Pedoman praktis pemberian pakan dapat dilakukan dengan memulai memberikan 60% jatah pakan hijauan yang tersedia pada hari itu. Sambil menunggu kambing selesai menghabiskan pakan hijauan, peternak dapat memulai membuat pakan tambahan (konsentrat). Konsentrat diberikan kepada kambing setelah pakan hijauan pertama habis. Setelah konsentrat habis peternak dapat memberikan minuman untuk kambing. Setelah itu 40% sisa pakan hijauan yang tersisa diberikan kepada kambing sebagai sangu (bekal) makan sampai pagi. Kambing terkadang bangun tengah malam untuk mencari makan lagi setelah proses memamah biak selesai. Setelah itu kambing pun akan tidur sampai siang hari.


Proses memamah biak yang lama disertai istirahat memberikan waktu pencernaan kambing untuk mengolah pakan menjadi energi, zat untuk pertumbuhan, reproduksi dan laktasi (susu). Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk memerah kambing. Model pemerahan ini mencontoh pemerahan sapi yang dilakukan sekitar jam 5-6 pagi. Pada pagi hari kambing sudah enggan untuk mencari makan. Seandainya mencari makan, nafsu makan pun tidak sebesar di sore hari. Terutama jika kita telah memberikan bekal makan yang telah disebutkan diatas.

Perlu diingat jadwal waktu pemerahan haruslah konsisten. Konsistensi ini perlu untuk menjaga produksi susu dan kesehatan ambing. Tujuan konsistensi jadwal pemerahan ini adalah untuk menjaga ritme terkumpulnya susu pada ambing. Perlu diingat ambing adalah seperti spon yang menampung susu yang diproduksi oleh tubuh kambing. Ada saatnya susu ditampung dan ada saatnya untuk dikeluarkan untuk menjaga kesehatan ambing secara normal. Selain itu jadwal yang teratur membuat kambing tidak stress.

Paparan diatas merupakan contoh pedoman praktis yang tujuannya memudahkan peternak kambing etawa terutama yang berfokus pada kambing etawa perah. Terdapat beberapa variasi waktu dan frekuensi pemberian pakan kambing. Namun cara diatas adalah cara yang mudah dan sederhana yang dapat dilakukan peternak kambing etawa. Dengan cara ini peternak tidak akan tersita banyak waktunya di kandang.